17 Februari 2010

Pemberantasan Korupsi: Sebuah komitmen yang tidak jelas

Pemberantasan Korupsi: Sebuah komitmen yang tidak jelas

 

Menumpas korupsi di ibu kota Provinsi Papua Barat, aparat penegak hukum terkesan lebih mengamankan citra positif ketimbang memutus modus rantai koruptor.

 

Tahun 2009 yang baru terlewati sebulan lalu telah meninggalkan sejumlah catatan penting yang menjadi PR bagi tegaknya supremasi hukum di kota Manokwari. Tahun kemarin telah menjadi rahasia umum, rentetan kasus korupsi yang berhasil di publikasikan ke masyarakat seperti, dugaan penyalahgunaan Dana Program Nasional [Prona -BPN], dana Block Grand Tahun 2005, APBD Manokwari 2008, DAK Manokwari 2007, Dana Bantuan Gempa 2008, anggaran BLT bagi RTS serta masih juga di sektor lain seperti kasus rehab aula STIH Manokwari.

Proses tindak lanjut perkara - perkara diatas dalam perkembangannya ada yang sampai ketingkat vonis oleh majelis hakim namun ada yang belum. Pertanyaannya yaitu sejauh mana komitment aparat penegak hukum dalam menumpas kasus korupsi di kalangan aparatus birokrat terhormat? apakah menunggu bukti atau keterangan saksi yang belum lengkap akan menjadi alasan pembenar? ataukah ada kehendak lain dari upaya penegakan supremasi hukum [law enforcement] di kota tercinta ini? pertanyaan yang beragam karena beragam alternatif.

Ironisnya potret pemberantasan korupsi saat ini masih lamban, terkesan aparat penegak hukum lebih mengamankan citra positif ketimbang memutus modus rantai para koruptor. Pemberantasan korupsi idealnya yang di harapkan masyarakat adalah terungkap seutuhnya serta adanya sanksi yang memberi efek jera kepada pelaku untuk tidak mengulang dan kepada bukan pelaku untuk tidak melakukan perbuatan korupsi.

Banyak alih di Daerah ini mulai dari aparat birokrasi, politisi hingga penegak hukum berkomitment untuk memberantas korupsi, akan tetapi komiten – komitmen tersebut seakan bertampuk di agenda-agenda kebijakan yang tidak jelas. Upaya menyeret koruptor ke meja hijau (Pengadilan Negeri) memang telah di lakukan namun lebih menyentuh pada perkara-perkara biasa, perlu di ingat bahwa kejahatan korupsi termasuk extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa. Modus yang luar biasa sangat di perlukan cara yang juga luar biasa untuk membongkar kejahatan tersebut. Perbedaan koruptor dengan maling (pencopet/pencuri) yaitu, maling menggunakan keahlian menggelabui pemilik barang yang akan di rampok, sedangkan koruptor mencuri menggunakan power atau jabatan yang di sandang, ini di perlukan cara-cara khusus yang tersendiri untuk mengungkap. Faktanya, menjadi sangsi sejauh mana skill dan kapabilitas mereka para aparat yang menjadi tumpuan dalam membongkar praktik-praktik perilaku koruptif.

Menanggulangi kejahatan korupsi juga tidak hanya tugas institusi judikatif, akan tetapi Legislatif di Daerah juga mestinya punya andil. Undang-undang memberi kewenangan kepada DPRD untuk menjalankan ketiga fungsi (fungsi budget, fungsi legislasi dan pengawasan) salah satunya pengawasan check and balance system di dalamnya terdapat hak angket, hak interpelasi dan menyatakan pendapat, fungsi ini terlihat mandul, sulit untuk di pastikan anggota DPRD terhormat ini miliki kualitas dan kapabilitas yang memadai ataukah tidak ? sebagai wakil rakyat mestinya bisa bekerja untuk rakyat secara profesional.  

Kota ini dalam perkembangannya saat ini menjadi daerah yang berperingkat dalam hal kejahatan korupsi, bukan prestasi olahraga (Perseman Manokwari harus bermain imbang dengan Persiram di stadion sanggeng). Ini memalukan tetapi terkesan dirasa menyenangkan, salah seorang akademisi dari STIH Manokwari dalam pernyataannya mengatakan Gubernur gagal memberantas Korupsi sehingga Papua Barat raih peringkat ke lima korupsi terbesar di Indonesia (Cahaya Papua 24/1).

Menjadi solusi ke depan, secara pribadi menilai mungkin terlalu muluk jika ada wacana perlunya di bentuk tim khusus pemberantasan korupsi yang langsung di pimpin seorang kepala Daerah, akan tetapi menanggulangi kejahatan korupsi bisa di mulai dari pertama, pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan pengalokasian anggaran, kedua, merombak mekanisme pemerintahan yang ada termasuk institusi atau badan pengawas keuangan internal pemerintah daerah, prosesnya bisa langsung terkait dengan Reformasi Birokrasi Pemerintah Daerah secara keseluruhan. ketiga, DPRD bisa membentuk pansus yang langsung bisa memanggil guna di mintai keterangan setiap SKPD yang mengelolah anggaran Daerah. keempat,  Kepala Daerah bisa membentuk tim audit kekayaan pejabat Daerah dengan mengacu pada indikator penghasilan. kelima, pemerintah segera membentuk pengadilan Tipikor dan Rutan Narapidana Korupsi di Papua Barat. Keenam, Institusi kejaksaan (Seksi tindak pidana khusus dan Intel) sudah harus di dukung dengan keahlian tersendiri untuk masuk ke kasus – kasus besar peyelewengan anggara-anggaran Daerah termasuk Dana Otsus. Tugas ini di perlukan cara tersendiri karena berhadapan dengan otoritas pemegang kekuasaan di jajaran pemerintah daerah, hasil temuan wajib di gelar dalam jumpa pers agar memuaskan publik. Ketuju, Irwil (Inspektorat wilayah) dan BPK – RI harus miliki startegi tersendiri dalam melakukan pemeriksaan terhadap setiap SKPD  yang mengelolah setiap anggaran daerah, mekanisme inpeksi ke SKPD dalam bentuk apa saja, baik lewat surat pemberitahuan maupun tanpa surat pemberitahuan tetap di benarkan sepanjang  mengacu pada mekanisme undang-undang.[s_bnd].  

 

Oleh : mon_simon.bnd

Penulis sebagai volunteer LP3BH Manokwari

 

 

Share on Facebook      

Artikel

17 Agustus 2010
Euforia Pemilukada VS Kasus Korupsi
Gong Pesta Pemilukada [Pemilihan Umum Kepala Daerah] periode 2010 - 2015 mulai bertabuh, para kontestan pemilukada khususnya incumbent ...
12 Agustus 2010
Menikmati Senja di Kaimana dan wisata baharinya
Kota Kaimana, Provinsi Papua Barat ternyata bukan hanya melegenda dengan lagunya “Senja Di Kaimana”. Keindahan lautnya men ...
7 Juni 2010
PERUBAHAN IKLIM, PEMANASAN GLOBAL DAN REDD SERTA KETERLIBATAN MASYARAKAT ADAT SEBAGAI PEMILIK HAK ULAYAT DI PROPINSI PAPUA BARAT
Perubahan iklim merupakan masalah lingkungan global yang paling banyak menyita perhatian saat ini. Hal ini disebabkan oleh perilaku hidup ...
14 Mei 2010
Resource-rich West Papua, but who benefits?
Carmel Budiardjo* Indonesia is these days praised as a success story among the countries of Southeast Asia, with growth figures that comp ...
3 Mei 2010
Dibutuhkan Kebijakan Pemerintah yang Responsif Gender Di Propinsi Papua Barat
Ada dua faktor kendala bagi pencapaian pembangunan responsif gender. Kedua faktor tersebut adalah aspek hukum dan politik serta aspek sosi ...


Info LSM

Info

Jajak Pendapat

Informasi apa yang paling anda butuhkan dari website ini?


 

 

Login



 



Forgot Password

Shoutbox

09-09-2010 22:39
thomy.nanlohy
PILKADA KAB MANOKWARI FIGUR UNTUK KEMAJUAN ORANG PAPUA.
09-09-2010 21:36
Rasiei
Pemilu Kada kabupaten Teluk wondama harus di ulang, dan gantikan semua orang KPU dan PANWASLU demi tercapainya PILKADA yang JURDIL dan LUBER
09-09-2010 21:32
yomba
PEMILU KADA kabupaten teluk wondama,perlu di ulang karena banyak sekali terjadi pelanggaran,salah satu contoh yang terjadi adalah,anak-anak di bawah umur jelas2 skali mengikuti pencoblosan dan ini terjadi di beberapa tps dan ini merupakn pelanggaran
09-09-2010 16:00
Ruman
Kpd Pns kntr Distrik Kepulauan Ayau R4 coba belajar mengerti politik demokrasi jangan pake politik Penekanan sistem /pembodohan kpd masyarakat.
07-09-2010 13:03
oman
siapa yang terpilih menjadi pemimpin daerah dia harus mengutamakan SDM yang ungul dan tangguh
07-09-2010 10:51
Daniel sihite
Siapapun yg akn trpilih m'jadi orang n0.1 d kab.manokwari.hrz takut akan TUHAN,jgn KKN,makmurkan rakyat!!n Buktikan smw janji2 mu pd wkt kampanye!kami TUNGgu!
05-09-2010 07:29
panitia expo 2010
rahmankami undang,Instansi / dinas terkait di Papua Barat bisa manfaatkan Peluang Promosi Wisata dan Kerajinan UKM, pada Gelar Expo\'2010 tema Tourism and Trade Expo 2010, acara di bali 7 sd 14 desember.Info ke 021 95232424.
05-09-2010 07:28
rahman
kami undang,Instansi / dinas terkait di Papua Barat bisa manfaatkan Peluang Promosi Wisata dan Kerajinan UKM, pada Gelar Expo'2010 tema Tourism and Trade Expo 2010, acara di bali 7 sd 14 desember.Info ke 021 95232424.
05-09-2010 07:24
rahman
mau pesan iklan expo untuk di bali
05-09-2010 02:13
yulianus to
pilkada teluk wondama penuh dgn kecurangan,dimana KPU dan Panwas berpihak kepada incumben,kecurangan tsb dpt menimbulkan konflik antar pendukung,jd pilkada lbh baik di ulang
Nama :
Pesan :

Kontribusi

Banner Anda

Ukuran : 170px x 40px
Harga : Rp. 300.000 / bulan
Hubungi : (0986) 212392, 081340796997, 081248648965, 081344661392
Info lebih lanjut

 

Kegiatan

Info LSM

Statistik

Page Hit

Hari Ini 342
Minggu Ini 1765
Bulan Ini 4646
Tahun Ini 77829

Jumlah Pengunjung

Hari Ini 282
Minggu Ini 1401
Bulan Ini 3575
Tahun Ini 64042