Jaringan Advokasi LSM Papua Barat
Bahasa Indonesia   English

 

 

Headline

Tidak ada Jejak Kasus untuk saat ini.

Siaran Perss

29 Juli 2010

Tiga Pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat Dilaporkan ke Kejaksaan

Tiga Pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat Dilaporkan ke Kejaksaan

Manokwari- Tiga pejabat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat masing-masing Frans Kosamah (Kepala Dinas), Terrianus Nauw (Kepala Bidang Kesenian) dan Munif Zein (Bendahara APBN), dilaporkan ke Kejaksanaan Negeri Manokwari atas kasus dugaan korupsi oleh, Jean Ayamiseba yang menjabat sebagai Kepala bidang Pariwisata di dinas ini, Selasa (27/7).

“Pihak Kejaksaan berjanji menindaklanjuti laporan tersebut,” kata Jean usai bertemu aparat kejaksaan saat melapor kasus ini. “Laporannya telah diterima secara resmi oleh mereka.”

Kasus ini lanjut Jean, muncul akibat penerapan manajemen yang tidak sehat. Akibatnya, muncul sejumlah penyimpangan aturan yang berindikasi dugaan korupsi yang merugikan dinas atau maupun masyarakat baik program yang dianggarkan oleh APBN, APBD maupun dana Otsus.

Khusus dana Otsus, penyelewengan yang dilakukan dikhawatirkan akan menimbulkan preseden buruk dari masyarakat tentang kinerja pemerintah dan Dinas Pariwisata. Parahnya, ini dilakukan oleh pejabat yang nota bene orang asli Papua. Makanya, Jean meminta gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi segera menonaktifkan pejabat tersebut lalu menunjuk Pelaksana Tugas.

Tindakan penggantian dimaksud   agar ketiganya bisa diproses secara hukum. Sehingga tak ada kesan buruk di masyarakat bahwa Pemprov Papua Barat tak serius memerangi korupsi. Sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi pejabat asli Papua lainnya.

Kadisbudpar berserta Kabid Kesenian dan Bendahara APBD diduga melakukan penyelewengan keuangan negara melalui sejumlah proyek baik fisik dan non fisik senilai 2 milyar lebih (pengembangan Sarana prasarana obyek wisata pantai Bakaro Rp. 1.410.000; Bantuan Pembinaan Sanggar Budaya Rp. 630.000.000; dan Biaya perjalanan dinas luar daerah Rp. 203.800.000) di dinas Pariwisata Papua Barat yang bersumber dari APBN, APBD dan dana Otsus.

Proyek fisik yaitu, pengem­bangan sarana prasarana obyek wisata pantai Bakaro yang mulai dikerjakan, tahun 2008 silam. Namun hingga kini tak kunjung terealisasi. Padahal alokasi anggarannya mencapai Rp. 1.410.000.000.

Selain itu, alokasi dana un­tuk membiayai sejumlah kegiatanpun ikut dihilangkan. yaitu, penyerahan uang pembi­naan kelembagaan kesenian budaya lokal di Papua Barat yang diserahkan Kabid Kese­nian, Terrianus Nauw.

Anggarannya sebesar Rp. 1.322.000.000. Namun tak te­realisasi seluruhnya. Seharusnya, dana tersebut dialokasikan untuk 45 sanggar budaya di Pa­pua Barat Alokasinya Rp.24.000.000 per sanggar.

Namun hanya direalisasikan untuk 24 sanggar. Jumlahnya Rp. 10.000.000 per sanggar. Parahnya, Kabupaten Kaimana dan Teluk Wondama tak kebagian. Sehingga diduga telah terjadi penggelapan dana sebesar Rp. 630.000.000, ungkapnya. Selain itu, dana perjalanan dinas ke luar Papua sebesar Rp.203.800.000. tak jelas rimbanya. Rinciannya, kegiatan pembentukan forum komunikasi antar pelaku industri, Rp.41.300.000, dinas luar dae­rah Rp.51.450.000.

Koordinasi pembangunan obyek wisata pantai Pasir Putih dan pantai Makbon masing-masing Rp.9.150.000. Koordinasi dan juri nasional, Rp. 41.300.000. Pelatihan Pramu Wisata, Rp.41.300.000, dan koordinasi dengan tenaga ahli, Rp.54.450.000. Semuanya disikat Kadis Pariwisata, ungkapnya. Dikatakan, dalam laporannya, nama Kabid Kesenian, Terrianus Nauw ikut terseret. Padahal, yang bersangkutan (Terri Nauw) tengah berstatus tersangka dalam kasus pengadaan buku tahun 2008. Namun kembali melakukan tindakan yang sama.  

"Ini sangat bertentangan dengan hukum karena syarat penangguhan penahanan salah satunya, seseorang dilarang melakukan tindakan yang sama atau sejenisnya dalam sebuah kejahatan pidana. Pertanyaannya, mengapa aparat hukum membiarkan pejabat seperti ini melakukan aktivitas seperti biasa," ujarnya.

la juga menyayangkan sikap Kadis Pariwisata yang bekerjasama dengan bendahara APBN, Munif Zein. Padahal, ia (Munif Zein) tengah terkait pemeriksaan oleh BPKP di Kabupaten Sorong dan kini te­ngah mengembalikan keuangan negara.

Ia juga menanyakan alasan kadis pariwisata bekerjsama dengan yang bersangkutan dalam hal penyembunyian dokumen keuangan negara. Sebab hingga hari ini, Selasa (27/7/2010), DIPA APBN tak kunjung diserahkan ke para kepala bidang di lingkungan Disbudpar. (mp)

Share on Facebook      

Komentar

# Nama Tanggal Komentar
1
mandacaw
31 Juli 2010
masakan yang sudah twrsangka masih menjabat, kadiis manokwari tidak ada yang benar, ketua DPRD saja aniaya pramuria ada lagi berita kadis kesehaatan (dR sembiring) selingkuhi istri orang semuanya tidak ada tindakan yang katanya mau jadi kota injil...
2
anissa
31 Juli 2010
manusia-manusia bermental bejat...kok bisa seperti ini! jadi apa rakyatnya kalau bos-bosnya berprilaku preman, jaman gila sudah masuk ke serambi Yerusalem.

Memberikan Komentar

Nama :
Komentar :

250 Karakter tersisa
Security Code :

Not readable? Change text.

Berita Terkini

2 September 2010
Natan - Wempi, Lasarus - Rachmat, Basaroh Bersaing Ketat Manokwari- Persaingan ketat terjadi pada Pemilukada (pemilihan umum kepala daerah) di Kabupaten Manokwari. Berdasarkan hasil penghitun ...
2 September 2010
Masa Jabatan Anggota MRP Akan Berakhir Jayapura- Masa jabatan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) 2005-2010 akan berakhir oktober nanti. Namun hingga kini belum dilakukan tah ...
2 September 2010
Menekan Warga Buang Sampah Sembarangan, Harus Ada Perda Sampah Manokwari- Maraknya tumpukan sampah di sejumlah tempat di pinggir jalan protokol maupun di kompleks pelayanan publik seperti sekolah d ...
31 Agustus 2010
Pilkada Manokwari 627 TPS untuk 147.982 Pemilih   Manokwari- Tanggal 1 September besok, KPUD Manokwari siap melaksanakan pemungutan suara Pemilukada. Pasalnya. Logistic diantaranya surat suara ...
31 Agustus 2010
Ratusan warga belum terdaftar sebagai pemilih Manokwari- Ratusan warga kota Manokwari belum terdaftar sebagai pemilih di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Manokwari. Sejumlah pihak ...

 

Shoutbox

05-09-2010 07:29
panitia expo 2010
rahmankami undang,Instansi / dinas terkait di Papua Barat bisa manfaatkan Peluang Promosi Wisata dan Kerajinan UKM, pada Gelar Expo\'2010 tema Tourism and Trade Expo 2010, acara di bali 7 sd 14 desember.Info ke 021 95232424.
05-09-2010 07:28
rahman
kami undang,Instansi / dinas terkait di Papua Barat bisa manfaatkan Peluang Promosi Wisata dan Kerajinan UKM, pada Gelar Expo'2010 tema Tourism and Trade Expo 2010, acara di bali 7 sd 14 desember.Info ke 021 95232424.
05-09-2010 07:24
rahman
mau pesan iklan expo untuk di bali
05-09-2010 02:13
yulianus to
pilkada teluk wondama penuh dgn kecurangan,dimana KPU dan Panwas berpihak kepada incumben,kecurangan tsb dpt menimbulkan konflik antar pendukung,jd pilkada lbh baik di ulang
04-09-2010 19:35
paulina
pilkada di bintuni terdapat kecurangan..bebrapa orng mencoblos ganda.. di dua tempat
02-09-2010 20:20
Suzane
Pemilukada dibintuni tegang, pendukung
02-09-2010 20:12
ryo
apakah ada tindakan dari polisi?
02-09-2010 19:54
Suzane
Pemilukada dibintuni tegang, pendukung no.1 ......byk miras, mgp miras tdk disidak oleh pihak berwajib.
02-09-2010 19:52
pace sanggeng
pesta pemulikada manokwari berlangsung sukses. semoga terpilih pemimpin yg betul2 tau persoalan kota ini
29-08-2010 20:27
kaka nema
merdeka tetap m erdeka
Nama :
Pesan :

Kontribusi

Banner Anda

Ukuran : 170px x 40px
Harga : Rp. 300.000 / bulan
Hubungi : (0986) 212392, 081340796997, 081248648965, 081344661392
Info lebih lanjut

 

Kegiatan

Info LSM

Jajak Pendapat

Informasi apa yang paling anda butuhkan dari website ini?


 

 

Info

Info LSM

Statistik

Page Hit

Hari Ini 14
Minggu Ini 4718
Bulan Ini 2529
Tahun Ini 75712

Jumlah Pengunjung

Hari Ini 7
Minggu Ini 2796
Bulan Ini 1978
Tahun Ini 62445